Pacu Jalur: Diplomasi Budaya Nusanatara
Penulis : Abdurrouf
Editor : Ahlan Farki
Tata Letak : HD Digital Indonesia
Desain Cover : HD Digital Indonesia
Ukuran : 21 x 21 cm; xxii + 130 halaman
ISBN : Dalam proses
Pacu Jalur: Diplomasi Budaya Nusanatara
Penulis : Abdurrouf
Editor : Ahlan Farki
Tata Letak : HD Digital Indonesia
Desain Cover : HD Digital Indonesia
Ukuran : 21 x 21 cm; xxii + 130 halaman
ISBN : Dalam proses
Buku ini tidak bermaksud mengembalikan Pacu Jalur ke masa lalu yang romantis, ataupun membekukannya sebagai warisan yang tidak boleh berubah. Pendekatan semacam itu justru bertentangan dengan semangat pemajuan kebudayaan yang menempatkan tradisi sebagai praktik hidup. Sebaliknya, buku ini berangkat dari kesadaran bahwa kebudayaan selalu bergerak. Sungai tidak pernah diam, dan tradisi yang lahir darinya pun demikian. Karena itu, pertanyaan kuncinya bukanlah bagaimana mempertahankan bentuk lama secara kaku, melainkan bagaimana menjaga agar makna tetap mengalir agar Pacu Jalur sebagai WBTb dan OPK tetap berakar pada komunitas pendukungnya, sekaligus mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.
Dalam pembacaan buku ini, Pacu Jalur tidak hanya milik masyarakat Kuantan, dan tidak pula sekadar simbol kebudayaan daerah atau nasional. Ia adalah contoh bagaimana praktik budaya lokal dapat memasuki percakapan yang lebih luas tentang identitas, modernitas, dan globalisasi tanpa kehilangan akar sosialnya. Ia memperlihatkan bahwa pemajuan kebudayaan, sebagaimana diamanatkan UU No. 5 Tahun 2017, akan kehilangan makna jika tidak bertumpu pada tradisi yang benar-benar hidup, dipraktikkan, dan dimaknai oleh komunitasnya sendiri.